Bagian Bagian Bunga Sepatu Beserta Klasifikasi & Morfologinya

Bagian Bagian Bunga Sepatu ~ Bunga sepatu atau kembang sepatu memiliki nama latin Hibiscus rosa-sinensis L.

Ialah tanaman semak suku Malvaceae yang berasal dari Asia Timur serta banyak di tanam sebagai tanaman penghias di daerah tropis maupun di daerah sub tropis.

Di Sumatera dan Malaysia bunga kembang sepatu disebut dengan Bunga Raya. Dan bunga ini diputuskan sebagai bunga nasional Malaysia pada 28 Juli 1960.

Orang Jawa menyebut bunga ini sebagai kembang worawari.

Klasifikasi Bunga Sepatu

Kembang sepatu memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut :

NamaBunga Sepatu atau Kembang Sepatu
KerajaanPlantae
DivisiMagnoliophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoMalvales
FamiliMalvaceae
GenusHibiscus
SpesiesH. rosa-sinensis
id.wikipedia.org

Bunga jenis ini terdiri dari 5 helai daun kelopak, yang dilindungi oleh kelopak tambahan (epicalyx), sehingga terlihat seperti dua lapis kelopak bunga.

Mahkota bunga terdiri dari 5 lembar atau lebih jika merupakan hibrida. Memiliki tangkai putik berbentuk silinder panjang yang dikelilingi tangkai sari berbentuk oval yang bertaburan serbuk sari.

Biji kembang sepatu berada didalam buah yang berbentuk kapsul berbiliki lima.

Pada umumnya kembang sepatu memiliki tinggi sekitar 2 hingga 5 meter. Memiliki daun berbentuk bulat telur yang lebar atau sempit dengan ujung daun yang memiliki bentuk meruncing.

Kembang sepatu yang hidup didaerah tropis atau rumah kaca dapat berbunga sepanjang tahun. Sedangkan didaerah subtropis akan mulai berkembang di musim panas hingga musim gugur.

Macam Macam Warna Bunga Sepatu

Bunga sepatu memiliki beragam macam jenis warna, diantaranya :

  • Warna merah
  • Warna putih
  • Warna merah muda (pink)
  • Warna kuning
  • Dan kombinas antara dua warna yang berbeda.

Morfologi Kembang Sepatu

Kembang sepatu memiliki ciri-ciri morfologi sebagai berikut :

  • Hibitus : tumbuh bertahan selama tahunan, perdu, tumbuh tegak, tingginya mencapai kurang lebih 3 cm.
  • Batang : memiliki bentuk batang bulat, keras dan berkayu. Diameternya kurang lebih mencapai 9 cm, dan batang mudanya memiliki warna ungu kemudian berubah menjadi lutih kotor setelah tua.
  • Daun : memiliki daun tunggal berwarna hijau muda dan hijau tua, tepi daun beringgit unik, ujungnya berbentuk runcing, berpangkal tumpul, panjang daun mencapai 10 hingga 16 cm dan memiliki lebar mencapai 5 hingga 11 cm.
  • Bunga : berbunga tunggal, berbentuk menyerupai terompet, berada di ketiak daun, kelopaknya berbentuk seperti lonceng dan berwarna hijau kekuningan.
  • Mahkota Bunga : terdiri dari 15 hingga 20 daun mahkota berwarna merah muda, memiliki benang sari yang banyak, mempunyai tangkai sari berwarna merah, kepala sarinya berwarna kuning dan putik merah yang berbentuk tabung.
  • Buah : memiliki buah berukuran kecil dan bentuknya lonjong. Memiliki diameter kurang lebih 4 mm, saat masih muda berwarna putih namun setelah tua warnanya berubah menjadi kecoklatan.
  • Biji : bunga kembang sepatu memiliki biji yang memiliki bentuk pipih serta berwarna putih.
  • Akar : bunga sepatu merupakan salah satu bunga yang memiliki bentuk akar tunggang berwarna coklat muda.

Struktur Bunga Sepatu

Bunga sepatu atau kembang sepatu, memiliki struktur sebagai berikut :

  • Kepala Putik

Kepala putik termasuk bagian fertil bunga sepatu yang memiliki peran sebagai bakal buah dan bakal biji.

Bentuknya mirip dengan botol, bagian putik yang terletak di ujung disebut dengan kepala putik.

Bagian putik terpanjang adalah tangkai putik, sementara bagian bawahnya disebut dengan carpel, pendukung makrospora tempat bakal buah dan biji.

  • Benang Sari

Benang sari pada bunga sepatu ialah sebagai tempat produksi serbuk sari. Dimana nanti akan disimpan di kepala sari.

Benang sari juga berperan sebagai penyerbuk atau pelepas serbuk sari ke bagian putik setelah keadaan bunganya cukup mendukung.

  • Mahkota Bunga

Daun mahkota pada kembang sepatu memiliki fungsi sebagai pemikat serangga yang memiliki peran dalam proses pelepasan serbuk sari atau penyerbukan.

Memiliki warna yang bervariasi dan terkesan mencolok serta terdapat kelenjar madu yang membuat serangga tertarik untuk menghinggapinya.

  • Kelopak Bunga

Kembang sepatu memiliki kelopak bunga yang merupakan bangunan serupa daun berwarna hijau sebagai pelindung bagi bunga yang masih muda.

Apabila bunga telah mekar dengan sempurna maka daun-daun kelopak bunga akan berada dibawah mahkota bunga.

  • Indung Telur

Indung telur memiliki fungsi yakni sebagai pelindung bakal-bakal biji serta menjadi penghasil ovum dan inti kandung lembaga sekunder.

  • Bakal Biji

Bakal biji berfungsi untuk melindungi serta menjadi tempat sel telur (ovum) pada kembang sepatu.

  • Tangkai Bunga

Tangkai bunga adalah cadang terkahir yang mendukung bunga, tangkai bunga berfungsi sebagai tempat kedudukan bunga.

Bagian-Bagian Bunga Sepatu

Bunga sepatu terdiri dari 2 bagian, yakni bagian steril dan bagian fertil.

Bagian Steril, terdiri dari :

  • Ibu tangkai bunga (pendunculus), merupakan bagian bunga sepatu yang seolah menjadi akses perbungaan.
  • Tangkai bunga (pedicellus), merupakan bagian cabang yang menyokong bunga.
  • Dasar bunga (receptacle), merupakan ujung tangkai bunga yang berfungsi sebagai bagian tumpu setiap bagian bunga.
  • Daun pelindung (brachtea), ialah daun terakhir yang pada bagian ketiaknya ditumbuhi oleh bunga.
  • Daun kelopak, merupakan perhiasan bunga paling pangkal
  • Daun mahkota, merupakan perhiasan bunga yang memiliki pigmen warna-warni.

Bagian Fertil, terdiri dari :

  • Mikrosporofil, berupa stamen atau benang sari. Terdapat kepala sari yang berisi serbuk sari, tangkai sari dan juga pendukung kepala sari.
  • Makrosporofil, berupa daun buah “carpell” yang terdiri dari bakal biji “ovalum” dan secara kolektif membntuk putik “pistillum” yang akan menjulur keluar dari dasar bunga.

Putik dan benang sari pada bunga sepatu mempunyai struktur yang sangat berbeda. Secara umum benang sari terdiri atas kepala sari dan tangkai sari.

Tangkai sari tersusun oleh jaringan dasar berupa banyak sel Parenkimatis yang mempunyai vakuola yang tak beruang antar sel.

Pada epidermis tangkai sari terdapat trikomata, kutila dan stomata.

Kepala sari memiliki struktur yang kompleks yang terdiri atas dinding yang berlapis dan dibagian paling dalam terdapat ruang sari “lokulus” yang berisi butir-butir serbuk sari.

Jumlah lapisan dinding kepala sari pada setiap jenis tumbuhan dapat berbeda-beda.

Pemanfaatan Bunga Sepatu

Bunga sepatu banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias, karena memiliki bunga yang cantik. Di India bunga sepatu dimanfaatkan untuk menyemir sepatu dan sebagai bunga persembahan.

Di Tiongkok bunga yang memiliki warna merah digunakan sebagai bahan pewarna makanan. Sedangkan di Indonesia, daun dan bunganya digunakan dalam berbagai pengobatan tradisional.

Kembang sepatu juga dikeringkan untuk dijadikan minuman teh.

Di Okinawa Jepang, bunga sepatu digunakan sebagai tanaman pagar, dibagian selatan Okinawa, tanaman ini disebut dengan Ghusonu hana (bunga kehidupan setelah mati) sehingga banyak ditanam di makam.


Nah itulah pembahasan mengenai bagian-bagian bunga sepatu. Kamu juga bisa membaca bagian-bagian bunga lainnya diblog ini.

Sumber : id.wikipedia.org, threebouquets.com, dosenpendidikan.co.id.

Default image
Reza el Ichsan
Orang desa yang bercita-cita menjadi Full Stack Developer
Articles: 40

Newsletter Updates

Enter your email address below to subscribe to our newsletter

Tulis komentarmu sob...